handphone-tablet

Tangkal Radikalisme, Dosen NU Ajarkan Islam Rahmatan Lil’alamin

Asahan – Sekumpulan dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) prihatin dengan kondisi beragama masyarakat Indonesia. Diantaranya, mulai menggejala perilaku beragama yang cenderung radikal, intoleran, dan eksklusif. Sebab kecenderungan itu bisa memicu disintegrasi bangsa.

Untuk memperkuat misi menjaga kehidupan beragama, para dosen itu mendeklarasikan pendirian Persatuan Dosen PAI NU (Persada NU), Kamis (10/8) di Bogor.

Raja Dedi Hermansyah MM MA, salah satu penggagas Persada NU di Bogor 9-11/8/17 di Grand Savero Hotel mengatakan salah satu upaya mereka adalah membumikan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin.

“Islam itu membawa rahmat untuk seluruh alam,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima deliknews, Sabtu (12/8).

Menurut dia dosen-dosen PAI NU memiliki peran yang sangat strategis. Khususnya membentengi kehidupan warga kampus dari sikap keagamaan yang radikal, eksklusif, serta intoleran. Menurut dia di sejumlah kampus, gejala ke arah itu sudah lama bermunculan.

Dikatakannya lagi, paham radikalisme yang masuk kampus memang mengkhawatirkan. Dia mengatakan institusi pendidikan seharusnya melahirkan generasi Islam yang moderat dan toleran.

“Sebaliknya malah banyak persemaian paham radikal di lembaga pendidikan,” tuturnya sembari mengatakan salah satu upaya membendung semakin luasnya penyebaran paham beragama yang intoleran dan radikal, perlu ada dampingan dari guru agama.

Untuk anak-anak sekolah, lanjutnya, perlu pendampingan dari guru PAI mereka. Sementara di perguruan tinggi, perlu pendampingan dari dosen PAI.

“Tidak sekedar mendampingi saja. Tetapi konten pelajaran PAI yang disampaikan juga harus tepat,” jelasnya sembari berpesan jangan sampai ada guru atau dosen PAI justru mengajarkan konten agama Islam yang intoleran, radikal, dan eksklusif. (Payan)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top